June 27, 2010

Warga Malaysia: Tirulah RI Hormat Bendera

at 8:35 PM
By Elin Yunita Kristanti - Jumat, 25 Juni 2010,

Seorang warga Malaysia mengaku iri ketika pergi ke Bandung Jawa Barat. Dia melihat bagaimana orang Indonesia dengan hormat memperlakukan benderanya, Sang Saka Merah Putih.

Dalam laman New Straits Times, 24 Juni 2010, Norman Fernandez menuliskan curahan hatinya yang berjudul, 'Perlakukan Bendera Kita Lebih Baik'.

"Baru-baru ini aku mengunjungi Bandung, Indonesia. Di sana aku mengamati penjaga keamanan di hotel yang kutinggali, mengibarkan bendera Indonesia pagi gari,

Saat matahari terbenam, penjaga itu menurunkan benderanya -- tak membiarkan bendera itu menyentuh tanah, lalu melipatnya dan menyerahkannya ke resepsionis. Hal itu juga kerap dilakukan di gedung-gedung pemerintah.

Aku juga diberi tahun, bahwa anak sekolah di Indonesia diajarkan tak hanya soal arti dari warna bendera -- merah dan putih, tapi juga sejarahnya, protokol dan etika mengibarkan bendera.

Selama lima hari aku di Bandung, aku tak pernah melihat bendera Indonesia compang-camping dan pudar warnanya.

Di sini, di Malaysia, pernahkan Anda melihat petugas keamanan di gedung-gedung pemerintah mengibarkan bendera 'Jalur Gemilang' atau bendera negara bagian?

Jika lain kali Anda ke Johor Bahru, lihatlah bendera Malaysia dan bendera Johor Bahru yang pudar berkibar di tiang bendera.

Aku juga sering melihat anak-anak berpakaian dengan motif bendera, 'Jalur Gemilang' yang dibuat dari potongan bendera Malaysia. Atau penyanyi baru, Sudirman Arshad yang memakai baju seperti itu. Dapatkan kita menjahit bendera dan dijadikan baju?

Minggu lalu aku berkendara dari Johor Bahru ke Kulai. Saat melewati gedung-gedung pemerintah, aku melihat bendera yang compang-camping dan kotor.

Yang paling hina, menurutku, ada yang memakai bendera Johor untuk membungkus pepaya di pohon.

Untuk mengibarkan bendera, baik 'Jalur Gemilang' maupun bendera Johor, misalnya, sudah ada aturannya. Namun tak ada yang mengindahkannya.

Sudah saatnya pemerintah mendidik masyarakat soal etika dan protokol memperlakukan bendera, termasuk pada bendera yang telah usang.

Seorang teman pernah bercerita, dia membakar benddera yang Malaysia yang telah usang dan menaburkan abunya di Laut Lido. Apakah 'kremasi' adalah cara yang benar?

Hanya tinggal dua bulan lagi kita merayakan kemerdekaan, saatnya untuk memperlakukan bendera kita dengan baik. Ganti bendera yang usang itu dengan yang baru dan gagah."


Sumber : http://id.news.yahoo.com/viva/20100625/tpl-warga-malaysia-tirulah-ri-hormat-ben-fa55e98.html

7 comments:

Subagya on June 29, 2010 at 1:02 AM said...

hmm ternyata Indonesia ada nilai bagusnya hehehehehe

adel on June 29, 2010 at 7:40 PM said...

yup....kita sepatutnya mcintai indonesia,...karena siapa lagi yg banggain klo bukan kita...toh WN indo di sini yg besar dsini bawa bekal asli dari indonesia, kerendahan diri, ramah, sopan,..jujur,... ya nga? hehehe

abang on July 16, 2010 at 7:01 PM said...

Menjenguk ..!!

Nanti juga cara hormat terhadap bendera orang Indonesia akan di jiplak oleh Malaysia dek he3

phone on February 9, 2011 at 7:56 PM said...

bener tu........
harus di hormati............

Blog news on April 20, 2011 at 1:20 PM said...

menghormat bendera spt di indonesia merupakan salah satu cara kita mencintai tanah air

Zona Iklan Massal on July 19, 2011 at 1:41 PM said...

Posting yang bagus, sukses terus

Medicine Of Herbal on August 7, 2011 at 12:00 PM said...

indonesia memang bagus..
yg buruk tuh manusia....
selalu tidak puas..

http://medicineofherbal.com

 

Adelina's Diary Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare